MPR RI: Toleransi Beragama Harus Ditegakkan Demi Menjaga Keutuhan NKRI

[Selasa, 11/06/2013] Wakil Ketua MPR RI Lukman Hakim Saifuddin mengatakan, jika di antara umat beragama saling memusuhi dan saling menghakimi satu sama lain tentu keharmonisan bangsa tidak akan terwujud.

“Untuk itu dibutuhkan rasa saling memiliki untuk membangun bangsa di atas perbedaan yaitu perbedaan kepercayaan,” kata Lukman HaKIM saat acara Dialog Pilar Negara dengan tema, ” Toleransi Antar Ummat Beragama” di Gedung Perpustakaan MPR RI, Senin (10/6/2013), Turut hadir sebagai pembicara Romo Prof. Dr. Franz Magnis Susanto, Sj dari Rohaniawan dan Yudi Latief, PhD Direktur Eksekutip PSIK.
Untuk itu diharapkan, antara pemeluk agama dan keumatan membangun dialog-dialog konstruktif dan bekerjasama tanpa ada prasangka buruk yang dapat merenggangkan keharmonisan

“Kedepanya diharapkan, dapat meningkatkan toleransi, dengan menjaga kerukunan yang dinamis dari pihak-pihak instabilitas dan dis harmonis,” ucapnya.

Lukaman Hakim juga memuji kepada Almarhum, Mantan Ketua MPR RI Taufiq Kiemas yang tidak henti hentinya menumbuhkan rasa nasionalismenya demi melekatkan kembali nilai nilai Pancasila kepada seluruh warga.

“Saya sangat bangga kepada Almarhum Bapak Taufiq Kiemas yang jiwa nasionalisme sangat tinggi sehingga beliau tidak henti hentinya menggemakan kepada seluruh warga negara kembali tumbuh dalam jiwanya rasa pancasila, demi Keutuhan NKRI.”Tuturnya.

Lukman Juga meminta kepada suluruh umat Beragama, dalam perayaan apapun , untuk menumbuhkan rasa kesadaran antar umat beragama, dan menanamkan rasa saling menghargai dan untuk tidak mudah terprovokasi.

Lukman menyinggung kasus Rohingya, Myamnmar, yang melibatkan agama Buddha dan agama Islam. “Jauhkan sikap anarkisme dan kekerasan antara mahkluk hidup yang beragama,” ujarnya.

Dia mengatakan, seluruh agama dan umat harus saling menyikapi secara arif dan bijaksana. Sebagai manusia yang religius sepantasnya kita tidak melakukan kekerasan dan anarkisme yang dihubungkan oleh keyakinan.

“Momentum Hari kebangkitan Nasional kali ini adalah moment penting bagi semua umat beragama dan seluruh warga negara untuk mengintropeksi diri dalam rangka meningkatkan kualitas Lebih baik untuk menjaga keutuhan NKRI,” ucapnya.

Lukman juga tidak memungkiri, akibat kesenjangan soasial dan peran penegak hukum yang lemah sehingga perbedaan pendapat kerap menjadi perpecahan. “Memang peran pemerintah dalam hal toleransi beragama yang lemah, sehingga kerap terjadi bentrok antar umat beragama.”Ucapnya.

Namun Romo, Prof Dr Franz Susanto mengatakan Indonesia saat ini salah satu negara yang mampu menegakkan toleransi beragama, akan tetapi dari segi penegakan hukumnya memang dia akui di Indonesia yang masih lemah.

“Jika berbicara masalah toleransi beragama di Indonesia itu sudah sangat toleran, akan tetapi penegakan hukumnya yang masih lemah.” Tuturnya. (Erwin Siregar)

Sumber: sumbawanews.com 

Tinggalkan balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s