Awal Mula Perbedaan Pandangan dalam Islam (1)

Tahukah kamu kalau aliran dalam Islam itu sangat beragam? Baik aliran kalam (teologis) ataupun fikih (hukum). Dalam wacana kalam, setidaknya ada Muktazilah, Asyariyah, Maturidiyah, Qadariyah, Jabariyah dan yang tertua adalah Syiah. Aliran-aliran ini muncul dari ragam perdebatan yang muncul pasca meninggalnya Nabi Muhammad Saw, karena rujukan utama para sahabat pada masa Rasul adalah Rasul sendiri. Ketika ada perbedaan pandangan terhadap suatu permasalahan, baik fikih atau kalam, para sahabat merujuk kepada Nabi Saw.

Maka itu, tidak ada ikhtilaf pada masa Nabi yang tidak dapat diselesaikan, karena kalaupun Rasulullah tidak bisa menyelesaikan, Allah SWT melalui Jibril akan mengirimkan wahyu. Namun rujukan utama tersebut tidak ada pada masa pasca Nabi Saw, sehingga para sahabat sendiri yang harus berfikir keras menyelesaikan permasalahan melalui ijtihad. Untuk itu pula, banyak Ulama yang memiliki kemampuan menafsirkan Alquran dan Sunnah menyebabkan beragamnya pandangan yang muncul kala itu.

Sebagai aliran teologis tertua dalam Islam, Syiah awalnya muncul dari perdebatan politik di antara para sahabat tentang siapa yang berhak menggantikan Nabi Muhammad Saw., yang dikenal dengan perdebatan Tsaqifah bani Sa’idah. Saat itu para sahabat berseteru dan akhirnya yang diputuskan untuk menjadi khalifah adalah Abu Bakar Asshiddiq ra. Di sisi yang lain, keluarga Rasulullah tengah mengurusi jenazah Rasul yang hendak dikuburkan dan tidak terlibat dalam polemik politik tersebut, termasuk Ali bin Abi Thalib ra. Ketidakikutsertaan ini memunculkan kekecewaan tersendiri di kalangan Ali ra. yang semuanya keluarga terdekat Nabi Saw.

Kekecewaan ini semakin menguat tatkala kelompok Ali meyakini bahwa Rasulullah telah memilih Ali ra. sebagai pengganti Muhammad Saw sebagai pemimpin umat Islam pada ceramah Nabi di Ghadir Khom. Akibarnya, kelompok Ali tidak mengakui kepemimpinan Abu Bakar dan menuduh kelompok Abu Bakar telah mengambil alih kepemimpinan yang selaiknya ditampuk oleh Ali bin Abi Thalib. Bahkan, Fathimah al Zahrah, isteri Ali dan putri Rasulullah, enggan menbai’at Abu Bakar sebagai Khalifah dan Ali naru membai’at Abu Bakar setelah Fathimah meninggal.

Setelah kelompok Ali meredam (namun belum sepenuhnya hilang), Abu Bakar Sakit dan meninggal, Umar menjadi pemimpin setelah Abu Bakar. Umar bin Khattab, yang dikenal dengan al-Faruq (pembeda) dipilih oleh sejumlah Sahabat besar yang dibentuk oleh Abu Bakar. Dari sekian banyak calon pengganti Abu Bakar, nama Umar bin Khattab muncul dan menjadi khalifah kedua.

Umar adalah sosok yang tegas, kuat dan berani. Ia adalah salah seorang yang didoakan Nabi agar diberikan hidayah untuk masuk Islam. Dalam masa pemerintahannya, Umar banyak melakukan pembebasan wilayah dan mengajak penduduk wilayah tersebut untuk memeluk Islam. Termasuk pula dalam hal ini adalah wilayah Persia. Namun sayang, keberanian Umar ini berakibat pada keselamatannya sendiri. Ketika menjadi imam salat Subuh, Umar meninggal dunia karena ditikam oleh Ibn Muljam, seorang makmum yang berdiri di belakangnya. Ibn Muljam adalah seorang Persi yang pernah berperang denganUmar dan menyimpan dendam kepada sang khalifah. Balas dendam ini dilampiaskannya melalui cara demikian dan akhirnya Umar tidak tertolong lagi.

Kepemimpinan khalifah kemudian pindah ke tangan Utsman bin Affan yang dipilih melalui musyawarah para Sahabat besar. Utsman seorang sahabat yang baik, ramah dan tidak setegas Umar. Sifatnya ini yang justru menjadikan Utsman pada posisi yang rentan pada paroh kedua masa kepemimpinanya. Ustman menjadi khalifah selama 12 tahun. Pada 6 tahun pertama, ia merupakan sosok yang sangat disegani, bijak dan ramah. Bila sekarang kita kenal mushaf Alquran dengan rasm (kaidah tulisan) Utsmani, maka itu adalah jasa Utsman bin Affan yang tak ternilai harganya. Maka itu pula rasm yang ada di mushaf Alquran itu dinamakan Utsmani.

Pada 6 tahun kedua masa kekhalifahannya, nasib sang khalifah tak begitu baik. Karena sudah terlalu tua pula, saat itu menurut riwayat usia Ustman telah mencapai 85 tahun, pemerintahan Utsman banyak dikuasai dan dikendalikan oleh keluarganya. Di antaranya adalah ibn Marwan, seorang yang cukup licik, suka berfoya-foya dan tidak segan menggunakan uang negara untuk kepentingan pribadinya. Penguasaan kekhalifahan Utsman di tangan keluarganya ini menimbulkan kekecewaan di kalangan sahabat, baik di pusat pemerintahan (Baghdad) ataupun di daerah (seperti Mesir). Sayangnya, kekecewaan ini diluapkan tidak dengan cara-cara damai, namun dengan tindakan kekerasan dan kudeta oleh ribuan umat Islam itu sendiri.

Tidak main-main, para sahabat/tabiin pun ada pula yang terlibat dalam kudeta ini, di antaranya adalah Muhammad bin Abu Bakar. Muhammad adalah orang pertama menerobos masuk ke istana Ustman dan langsung ke kamarnya, di samping ribuan umat Islam yang memaksa masuk ke benteng Utsman melalui tangga-tangga di dinding benteng dan menerobos pintu. Muhammad menebas tangan isteri Utsman dan menosongkan pedang ke leher Utsman. Na,un Utsman bertanya kepada Muhammad, “Wahai Muhammad, seandainya ayahmu tahu apa yang engkau lakukan ini, apa yang hendak kau katakan kepada ayahmu nanti di akhirat?” Mendengar pertanyaan ini, Muhammad langsung berbalik dan meninggalkan Utsman. Namun sayang, Utsman tidak bisa menghalangi ribuan umat Islam yang marah kepadanya. Dan, akhirnya, Utsman terbunuh di tangan umat Islam sendiri.

Lalu, bagaimana posisi Ali dalam polemik tersebut dan bagaimana ia menggantikan Utsman sebagai khalifah keempat? 

Nanti kita lanjutin lagi yah, sudah malam, mau istirahat dulu.

*Untuk referensi di antaranya dapat dilihat dalam Al-Syahrastani (Al Milal wa Al Nihal), Abu Zahrah, Harun Nasution (Teologi Islam), dll.

Bekasi, 27 April 2013

3 thoughts on “Awal Mula Perbedaan Pandangan dalam Islam (1)

Tinggalkan balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s