Buku: Ahmadiyah dan Keindonesiaan Kita

Diterbitkan oleh Setara Insitute

Ragam wajah diskriminasi yang menimpa kelompok-kelompok minoritas di Indonesia semakin hari bukannya semakin berkurang tapi justru menunjukkan eskalasi yang serius.

Fakta-fakta intoleransi telah dipotret oleh banyak institusi dan sebagian diantaranya diakui oleh pemerintah. Diskriminasi bukan hanya dilakukan oleh aktor-aktor non negara yang berujung pada kekerasan, tapi juga dilegitimasi oleh negara melalui produk-produk hukum yang diskriminatif dan dengan membiarkan setiap kekerasan yang menimpa kelompok-kelompok minoritas nyaris tidak terhukum.

Pada 6 Februari 2011 lalu, di Cikeusik, Pandeglang, Banten, terjadi peristiwa yang paling serius menyasar pengikut Ahmadiyah. Komunitas keagamaan yang dalam beberapa tahun terakhir paling sering mendapat perlakuan diskriminatif dan kekerasan. Kejahatan yang dilakukan oleh kelompok-kelompok intoleran yang berakibatkan kematian sadis ini tidak mendapat penanganan hukum serius aparat penegak hukum. Suara yang mengklaim sebagai representasi publik tampaknya cukup efektif menekan aparat penegak hukum untuk berlaku tidak adil. Padahal apa yang disebut dengan “representasi suara publik” tidaklah otentik sebagai suara publik yang sesungguhnya, karena silent mayority justru bersikap berbeda dari kelompok-kelompok intoleran yang selama ini melakukan kekerasan terhadap Ahmadiyah. Ini terbukti dari dari temuan di lapangan melalui survei opini publik yang dipaparkan dalam buku ini. Meskipun ajaran keagamaan Ahmadiyah dalam pandangan sebagian besar masyarakat Indonesia adalah berbeda dengan keyakinan mereka tetapi mereka bisa menerima keberadaan komunitas Ahmadiyah sebagai sesama warga negara.

Terbitan Pustaka Masyarakat Setara yang berjudul Ahmadiyah dan Keindonesiaan Kita adalah buku yang ditulis berdasarkan hasil survei dengan pendekatan kuantitatif di 10 propinsi di Indonesia. Selain berdasarkan survei opini publik, buku ini dilengkapi dengan kajian kualitatif baik bersumber pada dokumen-dokumen relevan maupun pengumpulan informasi melalui wawancara.

Laporan ini menyajikan cara pandangbagaimana kita seharusnya sebagai sesama bangsa bersikap atas berbagai perbedaan agama. Titik tolak bahwa setiap orang adalah saudara sebangsa adalah cara cerdas kita menyikapi fakta keberagaman. Toleran atas beragam kemajemukan merupakan kebutuhan kita untuk terus merawat diri dalam sebuah bangsa.

Sila unduh di sini:

 

 

 

One thought on “Buku: Ahmadiyah dan Keindonesiaan Kita

Tinggalkan balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s