Mukhamad Zulfa: Menebar Jurnalisme Keberagaman

“Jurnalis harus memahami nilai-nilai keberagaman dan harus senantiasa berjuang untuk memberi kenyataan yang seimbang terhadap pembaca”

Menilai keberagaman merupakan sebuah keberanian yang menjadi tanggung jawab aktifis jurnalis. Memberikan sudut pandang yang proporsional. Mengangkat kesamaan hak antara minoritas dan mayoritas, korban dan pelaku, yang bersalah dan tidak. Melakukan penelusuran, pengungkapan, pembuktian sebuah fakta peristiwa yang terjadi di lapangan.

“Panduan jurnalis kampus dalam memberitakan Isu Keberagaman” merupakan tema yang diangkat oleh Serikat Jurnalis untuk Keberagaman (SEJUK). Sebagai Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang berdiri sejak tahun 2008 bergerak dalam jurnalisme media untuk keberagaman sesuai dengan namanya.

“Organisasi kami telah melakukan berbagai pendekatan terhadap berbagai macam media, mulai media mainstream (stasiun televisi nasional, surat kabar nasional, media online) hingga media penerbitan kampus”. Tutur Ahmad Junaidi selaku koordinator SEJUK.

“Kegiatan semacam ini sudah terlaksana delapan kali sejak kali pertama berdiri”. Tambah Junaidi. Kami berharap kejadian yang kami alami tidak menimpa seseorang atau kelompok lain. Akibat perlakuan yang belum adanya pemahaman keberagaman yang tumbuh dalam kebersamaan.

Materi yang disampaikan lebih menekankan bagaimana insan jurnalis mempunyai perspektif yang lebih dalam memahami nilai-nilai keberagaman. Hubungan antara media dengan hak asasi manusia (HAM), media dengan keberagaman, media dengan agama, media dengan perempuan, serta bekal teknis peliputan terhadap isu keberagaman.

Daniel Awigra selaku pembicara tentang HAM memberikan pernyataan bahwa “jurnalis hidup dalam kungkungan segitiga setan. Titik pertama terdapat pemilik media, kedua pembaca, dan ketiga pembuat regulasi (pemerintah). Di sinilah kita harus berjuang untuk memberikan kenyataan yang seimbang terhadap pembaca. Kita tak bisa memihak diantara ketiga titik tersebut”.

“Pemilik media tentu mempunyai kepentingan industri medianya berkembang pesat. Sedangkan pembaca butuh informasi, hiburan dan tentunya pendidikan. Pihak ketiga sebagai pemerintah perlu untuk mengatur kehidupan bernegara agar tidak terjadi ketimpangan dalam kehidupan bermasyarakat. Sebagai jurnalis yang baik tentu jiwa mendidik masyarakat tentu harus ditumbuhkan”. Imbuh Awigra.

Terdapat beberapa sudut pandang yang perlu ditanamkan dalam meliput keberagaman sebagaimana dibeberkan oleh Ade Armando. “Pertama, kita sadar tidak hanya sekadar pewarta, meninggalkan newsworthy, menggunakan pandangan yang lebih dari cover both side (pelaku dan korban), mendidik konsumen berita, memperhatikan konteks, dan sebagainya”.

Armando yang juga pemerhati media mengatakan “Sikap prasangka, dan stereotip yang berlebihan perlu dihindari. Kita harus bersikap empatik, memperhatikan konteks dan latar belakang sebuah peristiwa”.

Yang menarik dari pelatihan ini adalah keberagaman asal dari peserta itu sendiri. Sehingga gesekan dan dialektika paradigma dari peserta sudah memberikan nilai keberagaman tersendiri. Mereka tidak hanya dihadiri oleh mahasiswa dari perguruan tinggi di Solo saja.

Dari Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta, Universitas Madura, Sekolah Tinggi Islam Mathaliul Falah (STAIMAFA) Pati, Universitas Airlangga (UNAIR) Malang, Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga (UIN SUKA), Universitas Kristen Indonesia (UKI) Jakarta, Universitas Indonesia (UI) Jakarta, Universitas Patimura (Unpati) Ambon, Universitas Jember dan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Walisongo Semarang.

Panitia SEJUK bekerjasama dengan lembaga penerbitan mahasiswa (LPM) Kentingan Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo. Diskusi dimulai pada hari Kamis (24/11) di gedung A aula fakultas keguruan dan ilmu pendidikan. Kemudian Jum’at hingga Minggu dilanjutkan di hotel Sahid Jaya Solo.

 

Bisa dibaca di Harian Semarang edisi Kamis 08 Desember 2011

Sumber: Sejuk

 

 

 

Tinggalkan balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s