Kronologi Kasus HKBP Filadelpia Bekasi

Dua pekan terakhir, aksi kekerasan dan pelarangan ibadah bagi Jemaat HKBP Philadelphia Bekasi semakin menguat. Entah faktor apa yang mendorong kelompok intoleran tetap saja memaksakan kehendaknya melarang pembangunan Gereja di wilayah tersebut, padahal proses hukum telah dilalui oleh Jemaat HKBP.

Kabar simbang siur dan spekulasi pun datang dari beragam penjuru, tidak hanya sementara media-media yang mengatasnamakan Islam, tetapi juga media massa lain yang sebetulnya tidak mengetahui pokok permasalahan. Kesalahpahaman terhadap kasus-kasus ini pun tak jarang datang dari pejabat publik, pusat dan daerah, yang seakan menyalahkan HKBP yang terlalu ngotot dalam beribadah.

Untuk mengurangi kesalahpahaman ini, berikut adalah kronologi perkara HKBP Philadelphia Bekas sejak tahun 2000 hingga akhirnya Jemaat mengantongi putusan pengadilan yang incrach untuk mendirikan Gereja. Harapannya, kronologis ini dapat menempatkan kasus Philadelphia sebagai sebuah permasalahan bangsa ini dan telah menjadi keharusan bagi Pemerintah untuk mengikuti peraturan perundangan yang berlaku.

Kronologi Masalah HKBP Philadelphia

1. Pada April 2000, HKBP Filadelfia didirikan atas dasar kesepakatan beberapa keluarga Batak dari sekitar Desa Jejalen Jaya, Desa Mangun Jaya, Desa Satria Jaya dan Desa Sumber Jaya, Kabupaten Bekasi. Mereka kebetulan secara geografis tinggal berdekatan sebab perumahan yang dihuni komunitas Batak ini terletak di perbatasan keempat desa tersebut.

2. Karena belum punya bangunan gereja, kebaktian Minggu dibuat dari rumah ke rumah dengan berganti tempat setiap minggu.

3. Pada 2003 HKBP Filadelfia membeli tanah kavling dan membangun dua ruko dengan sertifikat Hak Guna Bangunan No. 10095 dan No. 10096 tertanggal 21 Oktober 2003 di Perumahan Villa Bekasi Indah 2 Desa Sumber Jaya. Saat dilaksanakan ibadah, kami didatangi warga masyarakat sekitar. Mereka menolak ruko tersebut dijadikan tempat ibadah. Kami kembali ke rumah-rumah untuk melaksanakan ibadah. Sampai sekarang ruko tersebut tidak bisa digunakan.

4. Pada 2 April 2006, ketika Jemaat HKBP Filadelfia masih melaksanakan ibadah di rumah-rumah, khususnya di Blok C Perumahan Villa Bekasi Indah 2, pimpinan Jemaat HKBP Filadelfia dipaksa massa untuk menandatangi surat pernyataan. Isinya, kami dilarang ibadah di rumah-rumah Blok C.

5. Ruko dilarang pakai, ibadah di rumah dilarang dengan alasan mengganggu tetangga, Jemaat HKBP Filadelfia akhirnya mencari lahan tempat pendirian gereja.

6. Pada 15 Juni 2007 HKBP Filadelfia membeli tanah dari ibu Sumiati. HKBP Filadelfia menyampaikan tanah tersebut dibeli untuk peruntukan gereja. Pemilik tanah setuju serta ahli warisnya setuju dengan membuat pernyataan disaksikan beberapa warga masyarakat dan kepala desa. Persetujuan tersebut dibuat tertulis. Tanah tersebut dengan Sertifikat Hak Milik No 1491 tertanggal 26 September 2007 yang dikeluarkan BPN Kabupaten Bekasi.

7. Setelah tanah dibeli baru dilakukan upaya mencari dukungan dari masyarakat setempat sebagaimana Peraturan Bersama Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri No. 9 Tahun 2006 dan No. 8 Tahun 2006. Isinya, pemohon harus dapat persetujuan jemaat (tentu beragama Kristen) 90 jiwa, dan di luar pemohon (Islam, Hindu dan Budha) 60 jiwa.

8. Kami mendapatkan semua tandatangan plus KTP. Kepala Desa Jejalen Jaya juga mengeluarkan rekomendasi Persetujuan untuk mendirikan Gereja HKBP Filadelfia. HKBP Filadelfia mengajukan Permohonan Rekomendasi izin Pendirian Gedung Gereja HKBP Filadelfia kepada Bupati Bekasi, Departemen Agama Kabupaten Bekasi, dan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kab. Bekasi dan Camat Tambun Utara. Surat tersebut dikirim pada tanggal 2 April 2008 dengan No 004/SPI/H6/R5/DXIX/IV/2008.

9. Setelah permohonan rekomendasi diajukan, HKBP Filadelfia terus menanyakan bagaimana permohonan yang telah diajukan, terutama kepada FKUB dan Departemen Agama Kab. Bekasi.

10. Bulan Oktober 2009 Panitia Pembangunan HKBP Filadelfia mengadakan rapat. Kami sepakat untuk melaksanakan ibadah di lokasi tanah gereja yang dimohonkan.

11. Ibadah pertama pada hari Natal, Jumat 25 Desember 2009. Pada saat itu HKBP Filadelfia didemo massa.

12. Ibadah kedua pada hari Minggu 27 Desember 2009 ibadah kedua juga didemo.

13. Ibadah ketiga pada hari Minggu 3 Januari 2010, mulai jam 06.00, massa telah menduduki lokasi tanah gereja serta memblokir jalan menuju lokasi. Akhirnya HKBP Filadelfia beribadah di Balai Desa Jejalen Jaya. Namun perwakilan massa juga bermaksud menghentikan ibadah tersebut.

Hari tersebut, sekitar pukul 15.00, HKBP Filadelfia menerima surat Bupati Bekasi No 300/675/KesbangPollinmas/09 yang berisikan penghentian kegiatan pembangunan dan penghentian kegiatan ibadah di lokasi gereja HKBP Filadelfia tertanggal 31 Januari 2009.

14. Pada Jumat 8 Januari 2010 diadakan rapat di Kantor Kepala Desa Jejalen Jaya yang pada akhirnya memutuskan bahwa balai desa tidak bisa dipakai untuk tempat ibadah. Berita acara dari rapat tersebut dikirimkan kepada HKBP Filadelfia. Isinya, menolak kegiatan kebaktian di balai desa dan menolak kegiatan ibadah di lokasi rencana pembangunan gereja HKBP Filadelfia (tanpa kehadiran pihak HKBP Filadelfia).

15. Ibadah keempat, Minggu 10 Januari 2010, dengan terpaksa diadakan kembali di lokasi gereja karena tidak ada solusi yang diberikan oleh pemerintah setempat sesuai dengan Peraturan Menteri Bersama 2006 dimana bila suatu upaya mendirikan rumah ibadah dapat halangan maka pemerintah harus menyediakan lokasi ibadah.

Ibadah Minggu ini juga di demo massa. Setelah selesai kebaktian, saya sebagai Pimpinan Jemaat menemui Muspida Kab Bekasi (Kapolres, Sekda, Ketua DPRD Kab Bekasi), FKUB, dan massa yang menolak di luar lokasi gereja. Saya diminta untuk mengadakan rapat. Namun saya tidak bersedia pada hari tersebut. Akhirnya disepakati paling cepat Senin, 11 Januari 2010 dan paling lama Selasa 12 Januari 2010.

16. Selasa, 12 Januari 2010, dengan tiba-tiba Pemda Bekasi menyegel lokasi Gereja dengan dasar pertimbangan Perda No 7 tahun 1996. HKBP Filadelfia sangat terkejut. Tanpa ada pemberitahuan Pemda dengan semena-mena menyegel gereja HKBP Filadelfia. Padahal hari itu akan diadakan pertemuan. Maka HKBP Filadelfia mengadukan permasalahan ke Komnas HAM.

17. Kamis, 14 Januari 2010, HKBP Filadelfia mengirimkan Surat kepada Bupati Bekasi No 06/SPI/HF/RDJ/DXIX/01/10 berisikan Permohonan Izin Tempat Beribadah Jemaat HKBP Filadelfia.

18. Jumat, 15 Januari 2010, HKBP Filadelfia menerima tembusan surat Komnas HAM yang ditujukan kepada Bupati Bekasi No. 242/K/PMT/I/10 dan Kapolres Bekasi No. 243/K/PMT/I/10.

19. Ibadah kelima, Minggu 17 Januari 2010, ibadah terpaksa dilakukan di depan pagar gereja, beralaskan koran dan beratapkan langit karena tak ada tempat beribadah. Gereja telah disegel. Ibadah keenam Minggu 24 Januari 2010 dan sampai sekarang Maret 2012, ibadah terpaksa dilakukan di depan pagar gereja.

20. Maret 2010, HKBP Filadelfia mengadakan gugatan ke PTUN Bandung, dengan minta 31 orang pengacara dari berbagai kantor pengacara sebagai team hukum HKBP Filadelfia

21. Pada 30 September 2010, HKBP Filadelfia dimenangkan oleh PTUN Bandung dengan empat keputusan:

  • Mengabulkan gugatan gereja seluruhnya;
  • Menyatakan batal SK Bupati Bekasi No : 300/675/Kesbangponlinmas/09, tertanggal 31 Desember 2009 perihal Penghentian Kegiatan Pembangunan dan Kegiatan Ibadah, gereja Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Filadelfia, di RT 01 RW 09 Dusun III, Desa Jejalen Jaya, Kecamatan Tambun Utara, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, yang diterbitkan oleh tergugat;
  • Memerintahkan kepada tergugat untuk mencabut SK Bupati Bekasi No: 300/675/Kesbangponlinmas/09, tertanggal 31 Desember 2009, perihal Penghentian Kegiatan Pembangunan dan Kegiatan Ibadah, gereja Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Filadelfia, di RT 01 RW 09 Dusun III, Desa Jejalen Jaya, Kecamatan Tambun Utara, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, yang diterbitkan oleh tergugat;
  • Memerintahkan tergugat untuk memproses permohonan izin yang telah diajukan Penggugat serta memberikan izin untuk mendirikan rumah ibadah sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

22. Pada 5 Mei 2011, HKBP Filadelfia dimenangkan PT TUN Jakarta dengan keputusan menguatkan hasil PTUN Bandung. Bupati kasasi ke Mahkamah Agung.

23. Pada 28 Juni 2011, kasasi Bupati Bekasi ditolak Mahkamah Agung, dan menguatkan putusan PTUN Bandung. Bupati tidak mengadakan upaya hukum lagi yang berarti Bupati Bekasi menerima putusan PTUN Bandung, PT TUN Jakarta dan Mahkamah Agung. Putusan akhirnya sudah berkekuatan tetap dan harus dieksekusi Bupati Bekasi 90 hari kerja sejak dikeluarkan putusan dari Mahkamah Agung.

24. Sejak beribadah di pinggir jalan, HKBP Filadelfia banyak mengalami teror, intimidasi, gangguan, berupa demo massa, penyebaran kotoran, telur busuk, bangkai binatang di lokasi ibadah, coretan penghinaan di dinding tembok dengan sengaja memasang pengeras suara serta berorasi, dan yang terakhir dengan melakukan pemblokiran jalan menuju tempat ibadah, serta menduduki tempat ibadah. Jemaat HKBP Filadelfia sulit menjalankan ibadah dengan tenang karena suara dan gangguan lewat loudspeaker sangat keras.

25. Khusus Ibadah Minggu 25 Maret 2012:

  • Pukul 6.00 warga jemaat HKBP Filadelfia mendirikan tempat ibadah HKBP Filadelfia dengan memasang tenda. Beberapa pihak pendemo juga memasang pengeras suara. Ibadah HKBP Filadelfia dimulai jam 09.00.
  • Pukul 07.15 ibu-ibu pihak pendemo berdatangan. Kemudian mereka masuk ke lokasi ibadah dan langsung menduduki dan pada akhirnya mereka mengadakan pengajian di tempat ibadah HKBP Filadelfia tersebut.
  • Pukul 07.30 massa pendemo dari kaum Bapak dan Pemuda-pemudi berdatangan dan memblokir jalan dari dua arah.
  • Pukul 08.00 jemaat HKBP Filadelfia mulai berdatangan ke tempat ibadah tetapi karena jalan sudah diblokir massa, jemaat HKBP Filadelfia tertahan sekitar 100 m dari lokasi.
  • Massa pendemo berorasi dan berteriak-teriak, memasang bedug, membawa spanduk dll. Inti dari semua orasi adalah menolak HKBP Filadelfia. Bahkan banyak yang berbau SARA.
  • Pukul 10.00, setelah bernegoisasi dengan pihak kepolisian dan pihak pemerintah Kecamatan Tambun Utara, akhirnya HKBP Filadelfia membubarkan diri dan membongkar tempat ibadah setelah pihak aparat keamanan meminta ibu-ibu pendemo yang melakukan pengajian keluar dari tempat ibadah dengan kesepakatan pihak HKBP Filadelfia batal beribadah.
  • Suasana selama di demo begitu mencekam.
  • Ibadah Kebaktian pada hari minggu depan, Minggu 01 April 2012 juga diancam pihak pendemo akan diganggu bahkan akan lebih besar lagi.

Sumber: Pendeta Palti (PGI)

26 thoughts on “Kronologi Kasus HKBP Filadelpia Bekasi

  1. Lihat dulu permasalahannya.jelas2 menyalahi aturan,disa a jarang warga kristen,tp gereje dibangun disana.egois,,,!,,,,,,!!!!!!!

    • Di luar dari egoisme, setiap orang punya hak. Kita bahkan tidak pernah berfikir kalau umat Islam di Indonesia Timur mau membuat masjid, apakah mereka harus berfikir jumlah umat Islam sedikit atau banyak. Lalu, bila Pemerintah Daerah yang mayoritas penduduknya non-Muslim dan melarang umat Islam membuat masjid, lantas kemudian hal itu bisa dibenarkan. Kalau kita semua egois seperti itu, lalu di mana letak kedamaian di dunia ini. Apa pula gunanya hukum bila dunia ini layaknya rimba belantara.

  2. Hahaha untuk bien itu bagus loh ceritanya, semoga tanggapan saya bisa ditampilin yah..🙂
    Tapi aneh deh bien, kalo bisa bikin kronologis yang bagus kayak gitu koq bisa kalah di pengadilan negeri bhkn sampe mahkamah agung. Nah loh! Tanya kenapa?hahaha
    Untuk yth alas, bacca dulu UU nomor 10 th 2004 ya, baru komen. Intinya mikir dulu baru jawab, jangan jawab dulu baru mikir. Bahaya tuh!
    Terus belajar lagi mengenai doktrin lex superior derogat lex inferior pasti nanti bakal malu deh kalo udh jawab menghormati peraturan bupati. Hahaha
    Wow ada hukum adat di tempat itu, harus dilihat dulu adatnya siapa? Emang karena ada ormas di situ, terus apa yang dikeluarin ormas itu jadi hukum adat setempat. Waduh, terus masyarakat asli gak bisa ngapa2in donk..hahaha
    Salam deh mas alas..

  3. saya muslim, punya background radikal. tapi sikap intoleran ini sungguh tak bisa dimengerti. inikah agama saya yang selama ini saya bangga2kan? muslim di manapun sebagai minoritas ditindas nonmuslim yang mayoritas. lha kalo di sini muslim mayoritas menindas kaum minor, apa bedanya kita dengan cecunguk2 di luar sana?

    • Ada istilah “resiprosity” yg menggambarkan bahwa harusnya kita mampu merasakan apa yg dirasakan oleh orang lain dan menghormati kelompok minoritas, karens bisa jadi mayoritas di suatu wilayah menjadi minoritas di wilayah lain. Sayangnya, sikap itu tak diterapkan oleh kebanyakan kita, sehingga kita selalu terlena dg mayoritas kita.

  4. ternyata toleransi beragama hanya semu belaka, dan bhineka tunggal ika cuma sekedar slogan tanpa makna. kasihan benar para pendiri negara ini, amanatnya tak digubris oleh anak cucunya. kedengkian, curiga, dan kekerasan masih saja terjadi terhadap sesama anak bangsa.haruskah nkri runtuh dan terkotak-kotak hanya karena perbedaan agama??? mengapa hal seperti ini selalu terjadi dan terjadi di mana-mana??? bukankah hal itu dijamin dalam UUD 1945??? apakah yang berbeda selalu dianggap musuh yang harus dibinasakan??? mau dibawa kemana Indonesia??? Ingat : AKU ADALAH AKU.

  5. bupati bekasi jg salah besar, seharusnya dia di masukkan penjara karena telah mengambil keputusan yang salah dan melanggar UU. brngkali dia takut dan tertekan dengan orang2 beringas yang suka dg kekerasan dan tak kenal kasih meski harus melanggar UU. dasar ular beludak sdh dikasih hati masih minta rempela…begitu kok hidup di negara pancasila!!!

  6. dari awal sampai skrng jemaat hkbp phidadelpia ditolak beribadan kt sabar dan tdk membalas itu menandakan bahwa kristen itu mengutamakan kasih thdp sesama ,yg terpenting sekarang mari berjuang bersama kristus dan kehendak nya akan terjadi,amin

  7. Tuhan ampunilah mereka, sbab mereka tidak tau apa yang mereka perbuat.
    terhadap aku..
    engkau melihat segala nya dari atas
    bila Tuhan yang membuka, tidak ada seorang pun yang mampu menutupnya.
    Tuhan yang mengKhendaki FILADELPIA dibuka, maka hanya Tuhanlah yang mampu menutupnya,
    semaksimal apapun upaya manusia menutupnya, jika Tuhan belum mengkhendakinya Maka semua tidak akan terjadi.
    Saya Percaya, Doa orang benar sangat besar kuasanya.
    TUHAN mampu berkuasa melakukan apapun .
    JADILAH KEHENDAKMU BAPA.
    AMIEN.
    GBU ALL.

  8. sial gan.. w sedih liatnya..:( kok bisa ya.. apa masyarakat di Indonesia uda terlmpau tinggi sekali ya Ilmu agamanya.. sampai kayak gitu…
    Islam menghendaki kedamaian antarmanusia, tidak boleh ada penganiayaan, penindasan, pengucilan dan meremehkan di antar sesama manusia. Oleh sebab itu, Al-Quran menganjurkan untuk tidak saling mencurigai, tidak mencari-cari kesalahan orang lain, tidak menggunjing (QS. Al Hujurat 49:12), karena semuanya itu dapat mengganggu berjalannya toleransi. Bagi kamu agamamu dan bagiku agamaku.” (QS. Al-Kafirun 109:6)Dalam Islam perintah bersikap toleran terhadap umat agama lain dinyatakan secara jelas dalam QS. 6:107.

  9. sial gan.. w sedih liatnya.. kok bisa ya.. apa masyarakat di Indonesia uda terlmpau tinggi sekali ya Ilmu agamanya.. sampai kayak gitu…
    Islam menghendaki kedamaian antarmanusia, tidak boleh ada penganiayaan, penindasan, pengucilan dan meremehkan di antar sesama manusia. Oleh sebab itu, Al-Quran menganjurkan untuk tidak saling mencurigai, tidak mencari-cari kesalahan orang lain, tidak menggunjing (QS. Al Hujurat 49:12), karena semuanya itu dapat mengganggu berjalannya toleransi. Bagi kamu agamamu dan bagiku agamaku.” (QS. Al-Kafirun 109:6)Dalam Islam perintah bersikap toleran terhadap umat agama lain dinyatakan secara jelas dalam QS. 6:107.

      • ternyata masih ada orang seperti bapak yang menghargai kebebasan beragama diantara banyaknya orang diluar sana khususnya warga bekasi yang memperlakukan jemaat HKBP seperti ini. saya seorang katolik pak.. dan saya menghargai kebaikan bapak🙂

  10. PTUN batal demi hukum karena sudah ada ketetapan dari hukum Pemda setempat,dan hukum adat setempat,di Bekasi hukum adat dan agama lebih kuat,peraturan yang lebih tinggi tidak bisa merubah suatu ketepan masyarakat Bekasi adat istiadat disitu,karena ini di Bekasi bukan di Singapura.

    • Terima kasih tanggapannya. Pertama, adalah keliru meletakkan Peraturan Daerah sebagai peraturan yg lebih tinggi dan harus diikuti olwh hukum yg lain. Apalagi kebijakan Pemda hanya berdasar pd keputusan Bupati. Saya tak paham dengan logika anda, kecuali kalau anda baru diangkat jadi guru besar hukum yg dapat memutarbalikan fakta dan teori hukum. Kedua, Bekasi itu tidak punya hukum adat. Bilapun ada, hanya sebatas budaya. Budaya masyrakat Bekasi, sejauh yg saya amati, gak pernah tuh berniat menghancurkan kel. Agama lain. Mereka nyaman saja hidup dlm tingkat toleransi yg sangat tinggi. Yang ada sebaliknya, para pendatang di Bekasi yg sok merasa punya wilayah, bahkan mengklaim memiliki daerah it sampai mengklaim itu adalah adat masyarakat setempat. Ketiga, justru di sini Indonesia makanya kita harus menjaga keberagaman itu. Kalau Singapura, terserah dia mau apa, tapi tdk untuk Indonesia yg telah diberikan amanat keberagaman dan kebhinekaan sebelum dia dilahirkan. Terakhir, bila Rasulullah dan para sahabat memberikan keleluasaan bagi non Muslim untuk beribadah, mengapa kemudian anda sangat takut mengamalkan perintah dan Sunnah Rasul ini. Jangan-jangan memang keimanan dan kadar keilmuan anda yg masih dangkal, tapi sudah berani mengklaim kebenaran dg logika anda sendiri.

  11. katax di indonesia negara beragama,orang mau ibada saja km larang,,,kalau orang yang beragama lain buat km ky bgt bgmn binatang2 busuk???????????????

  12. Negara ini sudah hancur. org mau beribadah kok di larang.
    katanya negara ini negara yang menganut keberagaman?? apakah orang beribadah itu salah..
    bangsat kalian smua yang melarang oarang lain beribadah

    • Itulah senyatanya. Kita tak cukup dewasa menerima perbedaan dan kebhinekaan. Yuk, kita benahi bareng, membenci tindakan intoleransi dalam hati adalah salah satu hal yg dibutuhkan saat ini. Semoga Indonesia lebih baik.

Tinggalkan balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s