Diprotes LUIS, Diskusi Irshad Manji Batal

Sebuah fenonema anti keberagaman. Fanatisisme telah menghalangi seseorang untuk berfikir jernih dan menyikapi segala sesuatu dengan jurus “pokoknya”, padahal cara-cara dialog dapat dilakukan, sehingga ada proses pertukaran pemikiran, bantah-membantah pandangan dengan argumentasi, dan saling mengetahui inti permasalahan masing-masing. Walaupun, hasil sebuah dialog tidak harus ada kesepakatan di antara semua pihak.

Memberikan ruang untuk berdiskusi merupakan keniscayaan, karena melalui dialog pemikiran sebuah sintesa akan didapatkan. Islampun tidak pernah melarang orang untuk berfikir. Sebaliknya, hampir sebagian besar ayat-ayat Alquran mengingatkan manusia untuk selalu berfikir. Hanya akal pikiran yang membedakan manusia dan binatang, bahkan akal ini pula yang memberikan keistimewaan pada manusia dibandingkan makhluk-makhluk-Nya yang lain.

Di sisi yang lain, sebagai pemegang daulat rakyat, Negara harusnya memberikan perlindungan bagi setiap warga negara untuk berkumpul dan berdiskusi. Tidak hanya menjadi amanat Konstitusi, secara historis Indonesia yang telah hidup beraneka ragam sebelum dilahirkan ini harus pula dipelihara dan dilestarikan. Jangan sampai Indonesia menjadi bangsa yang intoleran dan enggan menerima perbedaan, sebagaimana dahulu – di masa Orde Baru – umat Islam dilarang untuk bertukar pikiran dalam forum-forum diskusi.

———————–

Kamis, 3 Mei 2012 | 14:55 WIB

SOLO, KOMPAS.com – Acara diskusi yang menghadirkan tokoh feminis asal Kanada, Irshad Manji, gagal digelar setelah diprotes Laskar Umat Islam Surkarta (LUIS), Kamis (3/5/2012). Semula diskusi ini akan digelar pada tanggal 8 Mei 2012 di Balai Soedjatmoko, Gramedia, Solo.

LUIS menganggap Irshad Manji sebagai tokoh feminisme yang memusuhi Islam dan pro dengan paham lesbianisme, liberalisme dan feminisme. “Bisa kita lihat dalam bukunya yang berjudul the Trouble with Islam, dan dia menyetujui hubungan sesama jenis yang dalam Islam harus ditentang,” kata Edi Lukito, Ketua LUIS.

Sementara itu, pihak panitia penyelenggara diskusi menyatakan akan membatalkan acara diskusi tersebut, karena mendapat penolakan tersebut. “Namun demikian, bentuk diskursus tidak hanya dalam bentuk diskusi, tetapi juga bisa melalui media lain. Kita tidak masalah,” kata Dewi Candraningrum, Ketua Kelompok Jejer Wadon penggagas diskusi.

Selain di Balai Soedjatmoko, Irshad Manji juga diagendakan akan berdiskusi di Universitas Muhamadiyah Surakarta. Pihak LUIS pun meminta agenda tersebut dibatalkan. 

Sumber: Kompas.com

Tinggalkan balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s