Toleransi dan Sabar Melunakkan Kejahatan

Ditulis oleh Minghui School   |  Jumat, 23 Maret 2012

Erabaru – Zhang Jin adalah seorang yang hidup pada Dinasti Ming, Tiongkok kuno. Dia menikahi anak gadis dari keluarga Liu yang kaya raya.

Ibu Zhang Jin adalah seorang yang pendengki dan pencemburu. 3 orang menantunya karena tidak tahan terhadap siksaan dari ibu mertua yang pendengki tersebut melarikan diri dari rumahnya.

Wanita Liu ini adalah menantunya yang keempat. Setelah menikah dan tinggal dengan mertuanya,  tidak disangka mertuanya sangat menyukainya, para tetangga dan kenalan menjadi heran.

Banyak orang yang bertanya kepada wanita Liu ini alasan mertuanya menyayangi dia, wanita Liu berkata,“Rahasianya hanya penurut,  jika dimarahi dan disuruh oleh mertua, saya akan menuruti semua permintaannya dan perintahnya, walaupun hal tersebut  tidak masuk akal dan sesuatu hal yang tidak boleh dilakukan seorang wanita”.

“Saya tidak akan langsung menolaknya, setelah beberapa waktu saya akan mencari kesempatan yang baik lalu menjelaskan kepada mertua saya hal tersebut tidak boleh dilakukan, serta dengan ketenangan dan tutur kata yang lembut, dengan demikian mertua saya akan menuruti semua perkataan yang saya katakana,” lanjutnya.

Wanita Liu ini menuruti dan memperlakukan mertuanya dengan sabar dan toleransi selama 3 tahun. Akhirnya mertuanya berubah menjadi orang yang baik dan penyabar. Kemudian secara berturut-turut ketiga putra keluarga Zhang menikah lagi, mertua dan 4 menantu tinggal bersama dengan akur, tidak pernah terjadi lagi kisah dimana mertua menyiksa menantunya.

Sebenarnya diantara manusia, engkau berbuat baik kepada saya, maka saya akan berbuat lebih baik lagi kepadamu.  Pada dasarnya itulah sifat manusia. Jika dengan kejahatan membalas kejahatan, dengan kebencian membalas  kedengkian, saling menyakiti maka hanya akan memperdalam kontrakdiksi kebencian tersebut dan tidak dapat memecahkan masalah yang mendasar.

Setelah menghadapi masalah seharusnya yang pertama-tama kita lakukan adalah intropeksi diri sendiri. Walaupun pihak lawan benar atau salah, pertama yang harus kita lakukan adalah mengalah, mundur selangkah, dengan hati tenang dan tutur kata yang baik menjelaskan permasalahannya.

Disertai dengan kesabaran dan tutur kata yang baik orang yang bagaimana jahat dan tidak berpengertian, pasti akan merasa malu dan tidak akan melanjutkan permasalahannya. Masalah yang sebesar apapun pasti dapat diselesai jika kita mempunyai niat baik, kesabaran dan toleransi yang tinggi.

Sumber: Erabaru

Tinggalkan balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s