Organisasi Kerjasama Islam Menyorot FPI

Senin, 20 Februari 2012

TEMPO.CO, Jakarta – Organisasi Kerjasama Islam menaruh perhatian pada masalah organisasi kemasyarakatan Front Pembela Islam. Sekretaris Jenderal OKI Ekmeleddin Ihsanoglu mempertanyakan keberadaan FPI yang membawa-bawa nama Islam dalam berbagai kegiatannya.
“Harus dipertanyakan mereka yang bertindak atas nama Islam, dari mana mereka mendapat lisensi untuk melakukan hal itu. Dan siapa yang membuat mereka berbicara atas nama Islam,” kata Ekmeleddin di Kantor Presiden, Senin, 20 Februari 2012.
Ekmeleddin mengingatkan segala tindakan atas nama Islam harus dicek berdasarkan prinsip-prinsip dan kriteria Islam sebagai agama dan budaya. “Islam memiliki standar, Kitab Suci dan Sunnah. Interpretasinya hanya boleh oleh otoritas dan menggunakan konteks,” kata Ekmeleddin.
Ia melanjutkan, Islam konsisten dalam dua prinsipnya, La Iqra Hafiddin yang artinya tidak ada paksaan dalam beragama dan Lakum Diinukum wa Liya Diin yang artinya agamamu agamamu, agamaku agamaku.
Ketua Komisi HAM OKI Indonesia Siti Ruhaini Dzuhayatin menyatakan masalah FPI bisa dimasukkan dalam pembahasan mengenai kekerasan berbasis agama. Tetapi karena usia Komisi HAM masih muda, saat ini baru tahap pembahasan identifikasi isu.
“Seperti yang disampaikan Sekjen OKI tidak ada kekerasan yg disahkan oleh agama dan saya kira ini masalah kekerasan atas nama agama. Itu akan jadi bagian isu strategis yang akan dibahas komisi ini,” kata Siti.
Apalagi, Siti menambahkan, permasalahan organisasi kemasyarakatan yang membawa nama Islam ini juga terjadi di negara-negara lain. “Ini akan menjadi satu agenda, Komisioner melihat ini sebagai masalah bersama,” dia menambahkan.
Untuk pertama kalinya, Komisi Independen HAM OKI mengadakan pertemuan merumuskan kelembagaan. Komisi yang terbentuk Juli 2010 ini bertemu pada 20-24 Februari 2012 untuk mencari ketua, membentuk berbagai aturan terkait HAM, dan identifikasi isu. Komisi ini diharapkan mampu menjawab pandangan Islam terkait isu HAM setelah dianggap “diam” 20 tahun sejak Deklarasi Kairo.

Organisasi Kerjasama Islam, sebelumnya bernama Organisasi Konferensi Islam. Ini adalah organisasi internasional dengan 57 negara anggota yang memiliki seorang perwakilan tetap di Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Sumber: Tempo

Tinggalkan balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s