Indahnya Toleransi Beragama di Bali

Liputan6.com, Denpasar: Toleransi beragama sangat terlihat di Bali saat perayaan Nyepi kali ini yang jatuh pada hari Jumat. Saat warga Hindu Bali melakukan catur bratha atau menyepi di rumah masing-masing, umat Islam tetap diperbolehkan salat Jumat.

Namun umat muslim diminta berjalan kaki ke masjid dan khutbah dilakukan tanpa pengeras suara. Sejumlah pecalang atau petugas keamanan adat Bali turut menjaga umat muslim yang jumatan agar tetap tertib dan tidak mengganggu kekhusysukan umat Hindu.

Adapun catur bratha dilakukan umat Hindu selama 24 jam dimulai pukul 06.00 WIB. Mereka dilarang menyalakan api (amati geni), dilarang bekerja (amati karya), dilarang bepergian (amati lelungan), dan dilarang membuat keramaian (amati lelanguan).

Sejarah perayaan Nyepi tidak dapat lepas dari pengaruh Kerajaan Majapahit. Kitab Negara Kertagama mencatat perayaan Nyepi juga sudah ada di Kerajaan Majapahit yang disebut Caitramawasia dan dirayakan sejak abad delapan masehi.(JUM)

Liputan: Aries Wicaksono

Sumber: Liputan6.com

Tinggalkan balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s