Tragedi Syiah Sampang: The Wahid Institute Monthly Report on Religious Issues 39

Senin, 13 Februari 2012

Rasanya mengherankan sekali ketika Syiah tiba-tiba masuk deretan aliran sesat. Pada aras ini, kita harus percaya bahwa definisi sesat adalah selera mayoritas belaka, tak peduli dengan kriteria yang ada. Sama mengherankannya adalah keberadaan stiker kecil “Kita Butuh Islam Ramah, Bukan Islam Marah”yang dianggap sebagai provokasi oleh sekelompok orang yang kontra jemaat GKI Taman Yasmin. Bukan saja mengecam, mereka mengejar mobil yang memajang stiker ini.

Di tempat lain, beberapa gereja mengalami masalah dalam perayaan Natal. Di Mojokerto, GBIS setempat memindahkan perayaan Natal ke tempat lain karena diancam akan dibubarkan. Di Bekasi, jemaat Gereja Filadelfia, menghadapi kenyataan yang sama karena Bupati membangkang keputusan MA yang mengizinkan dibangunnya kembali gereja yang masih belum selesai itu. Ibadah pun menjadi.

Namun, kita masih perlu bersyukur dengan komitmen GP Ansor untuk melakukan pengawalan perayaan Natal dan Tahun Baru melalui sayap organisasi Banser (Barisan Ansor Serbaguna). Berbeda dengan kelompok Islam radikal, Banser bukan menyaingi tetapi senantiasa berkoordinasi dengan aparat setempat. Selengkapnya Monthly Report 39 [Desember 2011 -Januari 2011]: Tragedi Syiah Sampang

sumber: The Wahid Institute

Tinggalkan balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s