Tokoh Lintas Agama Kunjungi Menara Kudus

KUDUS, KOMPAS.com–Puluhan tokoh lintas agama dari 14 negara peserta kegiatan “6th Regional Interfaith Dialogue” (RID-6), Rabu, mengunjungi Menara dan Makam Sunan Kudus.

Menurut Ketua Panitia Kunjungan ke Menara Kudus, Aziz Nurwahyudi, 14 negara yang mengirimkan perwakilannya, antara lain dari Australia, Selandia Baru, Filipina, Brunei Darussalam, Kamboja, Fiji, Laos, Malaysia, Myanmar, Singapura, Thailand, Timor Leste, dan Vietnam, serta Indonesia sebagai tuan rumah.

Adapun jumlah perwakilan dari belasan negara tersebut, katanya, sebanyak 120 orang. Masing-masing negara mengirimkan perwakilannya dari tokoh lintas agama.

Ia mengatakan, kunjungan para tokoh lintas agama ini, merupakan salah satu dari sejumlah agenda kegiatan yang dilaksanakan di Semarang sejak 11 Maret dan berakhir 15 Maret 2012.

Dialog lintas agama yang dilaksanakan di Semarang, katanya, merupakan kegiatan kedua di Indonesia, setelah sebelumnya digelar di Yogyakarta pada 2004.

“Kegiatan tersebut bertujuan untuk membangun saling pengertian dan pemahaman, tepatnya di bidang keagamaan dan budaya,” ujarnya.

Sedangkan kegiatan utamanya, yakni dialog soal perdamaian dan keamanan. “Hasilnya nanti akan diarahkan ke kegiatan yang bisa menuju ke tema yang sama,” ujarnya.

Rencananya, kata dia, kegiatan tersebut akan menghasilkan deklarasi yang berisi rencana aksi yang melibatkan komunitas.

Aziz mengatakan, Indonesia akan memberikan dua kegiatan, yakni beasiswa bagi para calon pemimpin agama dari belasan negara untuk belajar tentang perkembangan agama di Indonesia mulai 21 April 2012 hingga 15 Juli 2012.

Kegiatan lainnya, pelatihan untuk jurnalis muda terkait dengan jurnalisme damai, serta kegiatan lain yang melibatkan masyarakat.

Dengan adanya kunjungan ke Menara Kudus, dia ingin menunjukkan kepada sejumlah tokoh lintas agama dari berbagai negara, bahwa dialog antarumat beragama sudah ada sejak zaman dahulu.

“Bangunan menara yang merupakan perpaduan antara Hindu dan Islam ini menjadi contoh nyata, sehingga lebih mudah diingat di banding sekadar perkataan, karena sudah melihat sendiri,” ujarnya.

Kunjungan tersebut, diharapkan masing-masing peserta bisa bercerita sendiri soal fakta yang ada di Indonesia tentang dialog lintas agama, salah satunya lewat keberadaan bangunan Menara Kudus yang sudah ada sejak abad ke-15.

Sementara itu, salah seorang peserta dari Selandia Baru, Selvaraj Ramasami, menyatakan kekagumannya terhadap bangunan Menara Kudus yang merupakan hasil perpaduan antara Hindu dan Islam.

“Kami juga bangga, karena bangunan yang mencirikan kebudayaan Hindu juga dijaga oleh umat Islam di Kudus, sehingga tetap lestari,” ujarnya.

Terkait dengan kegiatan RID-6 yang diselenggarakan di Semarang, dia menyampaikan dukungannya, karena bertujuan untuk menciptakan kerukunan antarumat beragama di dunia.

Ia mengatakan, perwakilan dari Selandia Baru berjumlah 13 orang, yang merupakan para pemuka agama, seperti Kristen, Islam, Hindu, dan Budha.

Peserta lainnya, Somphet Bounnaphor asal Laos mengungkapkan hal yang sama, bahwa kegiatan ini bertujuan untuk menekan konflik antarpenganut agama, karena masing-masing pemuka agama dari belasan negara mendapatkan pemahaman tentang berbagai agama di dunia.

sumber: http://oase.kompas.com/read/2012/03/15/02011482/Tokoh.Lintas.Agama.Kunjungi.Menara.Kudus

Tinggalkan balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s