Toleransi Sosial Masyarakat Perkotaan: Laporan Setara Institute

Sumber: Setara Institute

Di tengah-tengah kekosongan ideologi transformatif yang diwariskan negara Orde Baru, ’alineasi’ dan frustrasi masyarakat urban Jabodetabek yang berada di lapis bawah akhirnya ’menemukan’ Islam sebagai jawaban yang rupanya lebih dapat memberikan jaminan ’kepastian’—terlepas dari kenyataan bahwa mereka, atau setidak-tidaknya sebagian dari mereka, berasal kalangan yang secara ritual justru tergolong biasa saja atau bahkan tidak taat.

Rangkaian hasil temuan survey ini, dengan demikian, dapat memberikan gambaran bahwa ’Islam’ agaknya bukan faktor utama yang menyebabkan terjadinya sikap intoleran. Jika asumsi ini dapat diterima, maka ’Islam’ sesungguhnya tidak lebih dari katalisator -yang suatu saat dapat menjadi kanal- dari frustasi yang dialami warga Jabodetabek yang berada di lapis bawah.

Hari ini warga Jabodetabek cenderung intoleran, namun masih menolak fundamentalisme, kekerasan atas nama agama dan formalisasi syariah Islam. Jika kondisi eksternal mereka—terutama ekonomi dan politik—tidak banyak mengalami perubahan yang berarti atau bahkan bertambah buruk, maka tidak tertutup kemungkinan sikap intoleran warga Jabodetabek dapat mengalami metamorfosis menjadi massa yang siap dimobilisasi oleh gerakan Islam fundamentalis.

Survey opini publik di Jakarta, Bogor, Bekasi dan Tangerang, yang dilakukan oleh Setara Institute ini menggambarkan tingkat toleransi di wilayah perkotaan.

Sila unduh laporan DI SINI dan grafik kekerasan DI SINI

Sumber: http://www.setara-institute.org

Tinggalkan balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s